Kamis, 07 Maret 2013

Cerita Sedih Tentang Ibu


Saat itu aku blm lahri,saat ayah dan ibu menikah , sebulan dari hari menikah itu aku lahir,
Ibu masuk UGD dan masuk ke ruang operasi.
Aku lahir dengan tubuh mungil, ayah dan ibu sangat senang,tetapi ibu tidak, karna ibu mengharapkan anaknya laki-laki.
Tetapi ibu tetap senang, “DUA HARI KEMUDIAN”. Ibu pulang ke rumah,aku menangis terus,dan membuat baju nya menjadi lembab,tetapi ibu tidak marah, saat ku menangis ibu hanya memeluk ku dalam dekapannya, sekarang umur ku sudah 4 tahun,adik ku lahir yang bernama Sheila, ayah senang ibu pun senang, pagi cerah itu ayah dan ibu pergi, aku tinggal di rumah bersama Sheila, saat ibu dan ayah pulang yang membawa mainan dan baju,aku dan Sheila senang, aku pun bertanya
“Bu dimana baju dan mainan baruku” tanyaku
“emmm” jawab ibu gugup
“Dimana mainan dan baju buat afran” Tanya ayah
“dia sudah besar bajunya banyak yang bagus sedangkan baju Sheila hanya sedikit” jawab ibu
 Sewaktu itu umurku 6 tahun dan Sheila 4 tahun.
“betul” jawab ayah
Aku pun menangis menuju kamar “ ya tuhan kenapa aku tidak pernah di belikan baju baru dan mainan, setiap pagi dan sore aku hanya memakai baju compang-compang,dan Sheila memakai baju bagus pagi dan sore”
“afran cepat makan” kata ayah teriak
“bu apa aku boleh duduk di sebelah Sheila”tanyaku.
“tidak boleh” jawab ibu”, hari itu aku iri, “ ya tuhan mengapa Sheila selalu memakan-makanan yg enak,aku hanya memakan nasi dan ikan asin dan Sheila memakan-makanan ayam,ikan bakar dan nasi” ayah,ibu,dan Sheila bercanda tawa,sedangkan ku.saat selesai makan,aku pun tidur bersama Sheila,saat tengah malam,aku terbangun,
“dimana Sheila”tanyaku
Aku pun keluar kamar dan melihat kamar ayah dan ibu,kiranya Sheila tidur di tengah ibu dan ayah aku pun ingat.
“mengapa dulu saat ku ingin tidur dekat ibu,aku disuruh tidur sendiri dan haus mandiri.” Aku termenung sedih
Aku pun kembali ke kamarku
Besoknya, “afran, Sheila, ayo makan”baik bu”,jawab ku
Sheila “hari ini ibu buat makanan special, ada cah kangkung sama nasi”
 “makasih bu”, jawabku
“makasih apanya afran”jawab ibu penasaran
“terima kasih,udah masakin afran, ayah ,Sheila makanan”jawabku senyun
“afran ini bukan buat kamu. Tapi buat ibu, Sheila,dan ayah”
“jadi aku makan apa bu”
“kamu makan ikan bakar semalam,di dapur”
“baik bu” jawabku sedih
“afran, Sheila, ibu ayah pergi dulu,ayah ingin mencari pekerjaan”
“baik yah”jawab ku dan Sheila.
(Selesai makan)
“Assalamwalaikum, iya pak sabit ada apa” Tanya ibu
“gawat buk, suami ibu ketabrak di depan simpang, ayo kita kesana buk???”jawab pak sabit.
“ afran, Sheila ayo kita ke simpang depan”kata ibu ketakutan
“buat apa buk,tanyaku”  Tanya ku
“Ahhh.udah gak usah banyak basa-basi” jawab ibu marah
“ibu,memangnya ada apa” Tanya Sheila lembut
“ayah ketabrak di simpang depan”jawab ibu
“APA!!!” jawab aku dan Sheila.
2 minggu ayah sudah meninggal, malamnya ku tertidur pulas,aku terbangun jam 12 malam,
“apa itu” jawabku gemetaran
“ah palingan kucing rumah tetangga” aku pun kembali tidur.
“huammm, eh makanan mana,ibuuuu” tanyaku teriak
“kok ibu gak ada, aku pun membuka lemari dimana baju ibu”
“ibu pergi”
(Aku menangis)
Sudah sebulan ibu meninggalkan ku,sekarang ibu menikah dengan pengusaha kaya dan hidup dengan tenang,
“ibu dimana.ibu dimana ibu dimana,aku lapar”tanyaku dengan suara merintih.
Sudah 6 tahun aku ditinggal
(MALAMNYA.)
Ibu gelisah di tempat tidur
(BESOKNYA)
“Sheila besok kita ke rumah dulu ya”kata ibu
“ baik bu”,
(BESOKNYA)
“sheila cepat mandi kita akan pergi”
“baik bu”
“ayah kata ibu kita pergi ke rumah lama” kata Sheila
“bilang sama ibu, ayah hari ini ada rapat jadi tidak bisa” ya udah
“bun, ayah gak bisa karna nanti dia rapat” kata Sheila
“ ya sudah ayo kita cepat pergi”
(SAAT SAMPAI DI GUBUK)
“afran kamu dimana”….”Tanya ibu                  
“ bu afran siapa” Tanya Sheila penasaran
“Sheila nanti kamu juga tau, sudah kamu duduk saja di mobil”
“ baik bu” jawab sheila menurut
“AFRAN…AFRAN…AFRAN…” Tanya ibu
“siapa itu” Tanya ibu
“huhhh siapa kamu” Tanya ibu kepada nenek-nenek yang kuram
“kau sunggguh jahat, mengapa kau tinggalkan anakmu yang malang itu’ jawab nenek
“sekarang, dimana anakku”
“dia telah tiada”
“mengapa di meninggal”
“dulu,saya menemukan dia kedinginana dan lapar di depan rumah saya menolongnya,walaupun saya miskin saya bisa mencukupi dia, dia meninggal sudah 3 tahun. 1 tahun kamu meninggalkannya dia membuat surat
By;afran
Nenek aku terpaksa kabur, aku ingin menemuin ibu,jangan jemput alu ya nek aku tidak perlu membawa makanan dan minuman,sebelum aku melihat muka ibu aku belum mau pulang, nek aku ingatkan jangan jemput aku, aku tidak akan mengecewakan ibu,jika ibu pulang, aku akan bersembunyi di belakang ,INGAT  NEK! Jangan menjemputku.
Walaikumsallam.
Afran


Ibu menangis… aku hanya bisa merasakannya?
“Zafran maafkan ibu nak” ibu sambil menangis
“itulah penyebabnya karena engkau meninggalkan anakmu sendirian!”
“maafkan aku nekk… sekarang dimana makan Zafran?”
“dia di pemakaman Sejahtera Utara”
“terima kasih nek”
Ibu pun berlari ke Mobil… dan langsung pergi ke Pemakaman Sejatera Utara…
“Ibu ada apa?” Tanya  Sheila
“sudah diam saja Sheila! Ibu ingin ke pemakaman”
(saat di Pemakaman)
Ibu mencari-cari makamku dan akhirnya menemuinya.. ibu menangis terisak-isak.. dan Sheila lupa Kalau aku adalah abangnya

“siapa Afran itu Ibu?” Tanya Sheila Gugup
“ini abangmu Sheila!”
Sheila pun ikut menangis…. Semua keluarga pun sedih dengan kabarnya aku sudah  meninggal 3 tahun yang lalu
-----TAMAT-----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar